Arisa_Theresia
kalau aku sudah perhatian dan khawatir dengan apa yang akan terjadi pada kalian, itu artinya kalian telah masuk dalam lingkaran orang-orang yang aku sayang.
lingkaran yang bisa saja membuat aku senewen dan khawatir karena takut kenapa-kenapa, dan lingkaran yang bisa membuatku marah, apabila mereka menyakiti kalian.
rasanya, kata-kata kekaguman ini selalu terlihat biasa saja untuk diberikan padamu
karena kagumku, lebih besar daripada kata-kata yang tersedia.
iyah, aku mengagumimu. dan aku tahu, kamu pasti tahu itu.
tapi, tahukah kamu, seberapa kagum aku padamu?
mari, biar ku jelaskan satu persatu
1. passion kamu di musik itu bikin aku iri. lagu apapun bisa kamu rombak dan buat itu semakin bagus. aku cinta dengan instrumen yang kamu buat, karena setiap nada instrumenmu, menghantarkan aku untuk menciptakan puisi.-dan aku cinta suara kamu yang unik. tau kah kamu bahwa kebanyakan lagu yang terekam di otak ku itu karena berasal dari karyamu?
2. kamu sadar bahwa hidup adalah sebuah pilihan dan ketika sudah memilih, tanggung jawablah terhadap pilihan itu. kamu menunjukkan kedewasaan seorang laki-laki. bagaimana bertanggung jawab terhadap pilihan. dan sekali lagi, kamu membuktikan bahwa tanggung jawab yang kamu jalani ini, buahnya luar biasa. membuat kamu menang untuk berbagai kompetisi. Sekali lagi, sesuatu yang kamu tau itu pilihan mu dan dengan senang hati kamu tanggung jawab disitu.
3. karena kamu memilih, dan pilihanmu adalah pilihan yang anti mainstream, tapi kamu tetap bisa berada di arus seperti orang banyak. kamu fleksibel. membuat kamu punya banyak teman, dan semakin dihargai. kamu berdedikasi di musik, tapi kamu juga tidak keberatan untuk menyelesaikan studi kamu. studi yang sudah kamu pilih dari dulu.
4. kamu baik hati. tidak pernah sekalipun aku lihat kamu marah tanpa alasan dan meledak-ledak. sakit hati mu kau simpan sendiri hingga mereda, dan selalu memafkan orang-orang yang sebenarnya merusuhi hidup kamu.
5. kamu reflektif dan bijaksana. menyimpan sendiri masalah mu, menuangkan itu ke lagu, dan kamu berpendapat bahwa apa yang terjadi semata-mata karena kamu atau karena memang itu sudah harus terjadi..
6. kamu penyayang. kamu anak terakhir laki-laki, dan kamu menyayangi orang-orang yg lebih muda dr kamu, layaknya seorang kakak dan kamu menghormati perempuan. tau kah kamu, bahwa aku tau marah mu yang ditujukan untuk temanmu ketika temanmu menhina teman kalian yg perempuan? aku ingat, bahkan saat itu, kamu tak segan-segan untuk melayangkan tinju untuk teman mu sendiri.
sayang kamu juga terlihat dari betapa manisnya kamu saat bimbing anak TK untuk rekaman. hidup mu selalu seru, dan aku kira, anak-anak itu akhirnya dekat dengan kamu.
7. kamu. segalanya yang aku inginkan. passion, kebebasan, kedewasaan, kebijaksanaan, respek, penyayang, dan dengan kamu ada, telah membuktikan padaku bahwa hal pemersatu di dunia adalah musik.
terima kasih karena kamu sudah ada dan mengijinkan ku untuk mengagumimu. aku yakin, ini semua tidak mampu membuat kamu besar kepala, karena ketika mendapat penghargaan bergengsi pun kamu tetap merunduk.
Kamu. H.E.B.A.T
kamu belum move on??
pertanyaan yang banyak banget ditanyain orang-orang…
padahal yah, coba kalian pikir…
dari tetannga, temen main pas masih kecil, sahabat, pacar trus mantan. biar move on harusnya jadi apa??
masa jd musuh?
padahal, kata orang tua kita, gak boleh musuhin orang lain…
apalgi untuk hal-hal yang sbnrnya hanya urusan hati yg gak masuk akal.
dan aku memilih berteman.
cara ku berteman, sama seperti dulu kami masih temenan tanpa perasaan sayang
tapi sekali lai dianggap salah..
akh… padahal aku cuma tidak ingin dia terluka
sama seperti aku berharap sahabat2 ku yang lain dan oran tua ku juga tidak terluka.
“coba berusaha untuk lebih mencintai ku, aku kan mencoba hal yang sama “
-sebuah kalimat yang entah ditujukan untuk siapa -
Aku Masih di Sini
Kutemukan kenangan kita,
dari sejak kau memutuskan untuk pergi tanpa kata.
Maka, masih ingatkah kau, Cinta?
Atas semua perkataan tidak menyenangkan dan menyakitkan
yang sudah kau berikan padaku,
bukankah seharusnya aku yang berlalu?
Namun aku masih di sini.
Aku toh masih setia di sini.
Atas semua luka yang kau berikan padaku,
sengaja atau tidak sengaja,
bukankah seharusnya aku yang memilih berpamitan dengan segera?
Aku, bukan kamu.
Namun aku masih di sini.
Aku tak pernah berniat pergi.
Atas semua kesalahan yang kau sebut adalah ulahku,
dan kebenaran yang kau akui adalah milikmu.
Bukankah seharusnya kau yang berdiri tegar dan tidak gentar?
Karena jika aku yang salah dan kau yang benar,
mengapa justru kau yang pergi dan menghindar?
Mungkin hidup memang bukan hanya tentang benar dan salah,
namun hidup sudah pasti tentang kejelasan atas apapun yang sudah kau putuskan.
Maka aku memutuskan untuk tetap tinggal di sini.
Barangkali saja nanti, kau akan mengerti.
Kalibata, 1 April 2013
- Tia Setiawati Priatna
ini kisah tentang seorang yang menderita penyakit “Lupus” yang saya kenal. Sebut saja dia dengan R.
R merupakan junior saya di fakultas psikologi USD. entah berapa lama dia menderita penyakit ini. yang kami tahu, penyakitnya mungkin semakin parah sejak setahun yang lalu.
setahun yang lalu, R terpaksa cuti kuliah untuk menjalani perawatan di rumah sakit. hampir selama itu pula, dia di opname. dan berbagai jenis obat-obatan dimasukkan ke badannya untuk mengurangi sakitnya.
iya, mengurangi sakit, bukan untuk menyembuhkan penyakit.
penyakit Lupus merupakan penyakit yang menyerang daya tahan tubuh. penderitanya lebih sering/rentan sakit. dan efek dari sakitnya bisa lebih parah dari orang normal. kalau orang normal yang punya alergi, mungkin hanya bintik2 atau gatal di kulit, tapi penderita Lupus, bisa sampai kuitnya terlupas atau kejang-kejang.
dan sampai sekarang, Lupus belum diketahui bagaimana bisa menyerang manusia, dan apa obatnya untuk menyembuhkan penyakit tersebut. yang bisa dilakukan adalah menyebuhkan penyakit kecenderungan dari pasien tersebut. misalnya, R dia lebih akan terkena alergi di kulit apabila Lupusnya kumat. jadi, dia harus berkonsultasi dengan dokter kulit.
jadi, bukan “akar” penyakitnya yang diobati, tetapi penyakit yang merupakan efek dari penyakitnya tersebut.
R pernah berkonsultasi dengan Profesor penyakit Lupus di Indonesia. dan yang mencengangkan adalah profesor itu mengatakan bahwa
“penderita penyakit Lupus tidak bisa mengandalkan dokter, karena yang tahu tentang kondisi badan adalah penderita sendiri, karena efek/gejala Lupus tidak sama antara penderita yang 1 dan yang lain.
dan penyakit Lupus ini bisa kumat kapan saja, apalagi bila penderita sedang merasa stress. saat ini, R sedang di opname kembali. setelah sebeumnya beberapa hari dia di rawat di rumah meskipun dengan infus yang tetap tertancap di nadinya. padahal, saat ini adalah masa-masa ujian. dan ia sampai memohon
” gak bisa yah aku ujian di rumah sakit aja?”
sepertinya, dia tau, dia akan sering bolak balik rumah sakit dan kesembuhan penyakitnya juga gak bisa diprediksi.
dan saya kembali tercengang, ketika mengetahui satu hal:
Lupus bisa kumat ketika penderita merasa stress atau sedih atau mungkin situasi yang tidak menyenangkan. untuk kasus R, bahkan, ia tidak boleh menangis, karena kalau menangis, kulit di bawah matanya akan memerah dan memanjang seperti iritasi.
jadi, satu-satunya obat bagi penderita Lupus atau tepatnya R, adalah BAHAGIA.
namun, obat bernama BAHAGIA itu sering kali sulit didapat untuk beberapa orang penderita Lupus, karena mereka sendiri sudah stress dengan penyakitnya. oleh karena itu, tidak heran, bila penderita Lupus banyak yang meninggal dunia. alasannya adalah:
- penderita merasa stress dengan penyakit yang di deritanya
- penyakitnya terus menerus kambuh, hingga membutuhkan biaya perawatan yang mahal, dan menambah tinggak stress penderita
- tidak ada dukungan sosial dari sekitarnya untuk penderita Lupus.
agak sedih ketika mengetahui ini. Memang, penyakit Lupus merupakan penyakit langka yang masih belum ditemukan obatnya. hanya bahagia yang bisa menjadi perisai mereka untuk tetap sehat dan kuat.
namun,merasa bahagia ketika kita berada dalam kondisi yang tidak menyenangkan, merupakan hal yang susah bukan?
selalu ada cerita dari sebuah hal yang dilakukan dengan spontan
dan spontanitas menghancurkan tembok yang aku bangun sendiri
-tembok yang menjadi pembatas untuk ku peduli sama kamu
dan semalam itu terjadi.
aku mengirimkan pesan, meminta kamu menyanyikan lagu “When I Was Your Man” dengan aransemen yang -sekali lagi- telah dirubah oleh dia yang aku kagumi.
pesan singkat, spontan, dan hanya bermaksud 1 tujuan: meminta kamu menyanyi.
lalu pesan singkat itu berkembang menjadi agak rumit setelah kau menceritakan segala keresahan mu- dan harapan mu
dan kalau aku boleh membenci, aku benci dengan diriku, yang selalu merasa bersalah karena tidak bisa menghapus rupa kesedihan di wajah tampanmu
dan membuat wajah itu kembali berseri
kerumitan ini semakin rumit
berputar-putar hingga membuat pola hati untuk kembali peduli dengan kamu. dan aku harus menahan diri untuk tidak merajut ini menjadi sebuah hati besar yang sia-sia, karena akan kembali hancur ketika kamu mengacuhkanku.
-Arisa Theresia-
Jogjakarta, 120613
(Source: internal-acceptance-movement, via ivanhutadjulu)
masih inget, beberapa sikap kamu yang dulu selalu buat aku kesel, marah, dan ngambek
sifat angkuh, cuek, terkesan gak peduli, dan tidak berpengaruh dengan provokasi
dan kamu selalu bilang: “aku harus gimana?”
dan aku hanya mengedikkan bahu. merasa terlau lelah dengan kesal
dan merasa marah dengan diri sendiri
ketika aku pamit pergi, kamu hanya bilang: ya sudah sana. hati-hati yah
tanpa mempertanyakan
tanpa keinginan untuk pergi bersama
dan tanpa tahu, bahwa sebetulnya, yang aku ingin adalah aku pergi sama kamu
dan kini
ketika cerita tidak lagi antara kamu dan aku, tapi kamu dan dia,
kata-kata itu tetap meluncur dr mulut kamu
tujuannya pun, bukan padaku lagi, tapi untuknya
dan sesaat aku tertegun
bagaimana bisa, hal yang paling menyebalkan dari dirimu, bisa menjadi hal yang kurindukan
bagaimana bisa, hal yang paling sederhana dari dirimu, bisa memutar kembali otak ku ke cerita kita
dan bagaimana bisa, kata-kata itu ternyata telah mengambil hati ku seluruhnya??
aku. kangen. kamu.
keangkuhan yang akan menjadi pengacau otakku, asal, semua itu, asa
nya dari kamu
-“Sa”-
9 juni 2013, hari dimana aku kembali diingatkan tentang .. kamu